Jumat, 29 September 2017

Sungguh Aku mencintai kalian karena Allah I

Jika aku memiliki emas sebesar dan setinggi gunung maka itu tak akan bisa membayar seluruh keringatmu yang telah engkau berikan kepadaku. masih teringat jelas Saat aku datang kepadamu, kau menerimaku begitu hangat. seperti layaknya anakmu sendiri.

tak bisa aku rinci seperti apa kebaikanmu. karena tak ada kata yang bisa menggambarkan kebaikan tersebut.  bahkan kata mutiara sebagus apapun tak akan mampu menggambarkannya.

aku beruntung, benar-benar beruntung karena Allah menghidupkanku bersama engkau dan keluargamu. Saat orang lain diluar sana kesusahan aku tetap bahagia bersamamu.

bagiku engkau bukan hanya sekedar tanteku tapi lebih dari itu. kau adalah pengganti ibuku. pelukanmu seperti ibuku, kehangatanmu seperti ibuku, kasih sayangmu seperti ibuku, semuanya seperti ibuku.

Entah kenapa malam ini aku ingin sekali menuliskan ini. aku ingin suatu saat engkau bersama suami dan anak-anakmu membaca ini. Aku ingin kau tahu, aku bahagia bisa hidup bersama kalian. Aku benar-benar bahagia.

Maafkan beberapa bulan terakhir aku sering merepotkan kalian. Aku dengan tubuh lemahku membuat kalian khawatir. maafkan saat aku menangis menahan rasa sakit, kalian juga harus menangis melihatnya.  Maafkan aku selama hidup bersama kalian banyak kesalahan yang aku lakukan. Sehingga membuat kalian kewalahan mendidik saya. Maafkan anakmu ini tante.

terima kasih dari lubuk hatiku yang paling dalam kuucapkan untuk kalian. kelak nanti di akhirat aku akan menjadi saksi bahwa kalian adalah orang baik. sangat sangat baik. akan aku ceritakan semua kebaikan kalian kepada Allah. 

tante, om, Aldi, rara, fatir, raihan. sungguh Aku mencintai kalian karena Allah. mohon terus doakan saya . . .

Senin, 30 Maret 2015

Kadang-kadang

Saat mengingat mereka yang telah bertemu dengan allah aku baru menyadari, ahh. . Betapa dunia ini begitu singkat semakin hari semakin banyak dosa yang terus dilakukan. Kadang aku melupakan apa yang wajib aku lakukan, aku menyakiti orang-orang di sekitarku. Aku bersikap kasar kepada mereka. Aku berkata kasar kepada mereka.

Kadang aku baru menyadari dunia ini begitu singkat  hari ini aku bersedih, esok aku tertawa, esoknya lagi aku sudah tak ada. Belum ada amal yang bisa ku bawa sebagai bekal, hanya dosa yang terus dibuat.
Kadang aku menyadari dunia ini begitu singkat, kemarin aku baru saja menatap kesuksesan, kesenangan dan kegembiraan orang lain. . Esoknya mereka telah di ambil terlebih dahulu oleh sang pencipta. 

Kadang aku merasa betapa mirisnya diri ini karena mengingat dunia yang sementara ini kadang-kadang saja. Bukankah harus setiap saat? aku malu kepada diri sendiri. Bukankah seharusnya aku membuat diriku untuk dekat dengan sang pencipta? nyatanya aku hanya mengingatnya kadang-kadang saja. Sementara ia memberikan nikmatnya kepadaku tidak pernah memakai kadang-kadang.

Ampuni hambamu yang mengingatmu yang hanya kadang-kadang ini ya rabb. Apalah artinya diri ini tanpa bantuanMu dan betapa hinanya diri ini tanpaMu ya rabb. tidak ada yang patut kami sembah selain dirimu ya rabb. .

Maafkan jika aku memiliki kesalahan pada mu wahai kawanku,saudaraku,adikku. Aku hanyalah manusia biasa yang selalu memiliki kesalahan.

Nur zaenab . . .

Minggu, 01 Maret 2015

Ayah . . .

Bismillahirrahmanirrahim kulangkahkan Kakiku Hari ini di awal maret aku berangkat kerja bareng ayah, Karena daerah kerja yang sama. Hampir setiap dua hari sekali aku berangkat kerja bareng ayah.  Aku memilih untuk tidak meninggalkan moment seperti ini yang membuat saya belajar bahwa sosok ayah itu sama pentingnya dengan sosok ibu.

Suasana pagi kota palu yang begitu sejuk aku nikmati diatas motor matic putihnya, aku yang duduk dibelakangnya merasa bangga bisa menjadi salah satu anak dari seorang ayah dan pemimpin yang begitu sederhana dan mencintai semua orang disekitarnya.

Disaat orang lain berlomba-lomba membeli mobil agar tidak terkena panas maupun hujan, ia tetap dengan santai berjalan menyusuri daerah yang dipimpinnya dengan motor matic putihnya. Panas dan hujan tak menjadi penghalang buatnya untuk tetap melayani masyarakat. ..

Senyum dan sapaan hangat selalu ia berikan kepada orang-orang disekelilingnya. Aku tahu ini bukannlah pencitraan tapi memang ini murni kebiasaan ayah saya sebelum menjadi pemimpin. Mungkin banyak kegiatan ayah yang ku saksikan karena kebiasaanku mengikutinya diwaktu pagi dan kalau sempat minta jemput jika ia tidak sibuk. Ada banyak orang diluar sana yang sibuk merubah dirinya agar terlihat baik dimata orang, tetapi ayah tetap menjadi dirinya sendiri. 

Ayah. . Sungguh kami semua anak-anakmu sangat mencintaimu. Mencintaimu karena allah. Maafkan kami jikalau begitu banyak salah yang kami lakukan. We love you . .

Sabtu, 25 Oktober 2014

Kebingunganku

Tidak tahu seperti apa mau memulai tulisan ini. saya hanya ingin menepati janji kepada seorang senior yg selalu memotivasi saya, yang saat itu sepakat menulis pada waktu yang sama dengan tema bingung. janji ini sudah dua tahun lamanya dan baru kali ini diposting . tulisan yang dua tahun lalu itu sudah tidak tahu entah dimana. tulisan yang sebenarnya harus disimpan baik malah dibiarkan tercecer. (maafkan saya yah kak hehehe)

Ada apa sebenarnya dengan bingung? jika diartikan bingung itu artinya tidak tahu harus melakukan apa ( ingatkan kalau saya salah hehe)  Sering kali aku merasakannya. ada perasaan takut saat ingin mengambil keputusan. perasaan ini berhasil menyelimuti diriku dan membuat ku harus takut untuk maju kedepan. Saat ingin melakukan sesuatu saja aku selalu bingung bagaimana mau memulainya. sama seperti yang aku lakukan sekarang memulai tulisan ini dengan keadaan bingung hehehe... 

Perasaan bingung ini juga biasa menghampiriku disaat mood sedang down. saya terlihat bingung dengan kehidupan. ada-ada saja yang terbesit dihati. berbagai pertanyaan yang dilontar didalam hati untuk Allah tuhanku. apakah ini salah satu ujianmu untukku? Untuk kami? pertanyaan ini pun juga terjawab dengan sendirinya kalau Allah begitu sayang padaku, pada kami semua. bingungkan? sama saya bingung juga. hehehe

dulu saya mengatakan kepada senior saya itu kalau saya malu kalau tulisan tentang bingung di posting. karena ujung-ujungnya saya akan curhat hehehe. karena memang saya selalu bingung. tidak peka akan sesuatu. kadang saya harus mencerna baik-baik apa yang dikatakan orang atau apa yang pelajaran yang allah berikan. mungkin dari bingung ke lalot hehhehe . memiliki mental yang kecil dan rasa takut yang luar biasa membuat saya selalu susah utuk melakukan sesuatu. tapi, biasanya saya juga berhasil melawan itu. mengapa itu hanya biasanya saja dilakukan?

sebuah pertanyaan yang harusnya saya jawab. karena di saat saya ingin melakukan sesuatu ada yang mencegat membuat semangat jadi turun dan saya memilih untuk mundur. kayak tidak memliki mentalkan? iya saya berpikir seperti itu juga. tulisan ini masih terus saya lanjutkan. dari tadi saya sudah membahas kebingungan soal cobaan, tentang pikiran, dan tentang semangat, Apakah Ada lagi?

yah ada, kadang kebingungan ini membuat seseorang harus terjerat dengan yang namanya sakit. karena ia berhasil membuat orang tidak tahu melakukan apapun saat ingin menolong orang lain. misalnya, dalam suatu wadah ada yang harus dilakukan tapi tak tahu apa yang dilakukan mungkin ini namanya dari bingung kebodoh. semakin bingung semakin bodoh semakin ada yang merasa sakit dan kita tak bisa melakukan sesuatu. sementara yang merasa senang terus menari diatas yang sakit. aneh  dan bingung kan? seperti apa menghadapi manusia yang seperti ini saat sifat egoisme menyelimuti mereka, mereka terus menyakiti yang lainnya. 

setiap orang pasti pernah merasakan kebingungan. dan mengartikannya dengan cara yang berbeda. sama hal nya dengan dengan perjalanan hidup manusia mempunyai ujian yang berbeda. mulai bingung soal pendidikan, ekonomi, semangat, cobaan, bahkan sampai bingung soal cinta. tetapi, tergantung dari cara kita bagaimana kita harus menanggapinya dengan baik dan mengambil sisi positifnya.  akhir kata, saya memohon maaf tidak ada unsur ingin membuat para pembaca menjadi bingung meski yang menulis juga dalam keadaan bingung hehe.

mohon koreksinya.....


sekian terima kasih... 








Rabu, 22 Oktober 2014

Hati dan Perasaan

Assalamualaikum...
"Apa Kabar hati masihkah kau setia dengan kesendirianmu disitu? Semoga Kau tetap konsisten dengan Apa yang kau inginkan, keinginan untuk menjalankan syariat islam untuk mengakhiri kesendirian tepat pada waktunya. Tetapi,  tidak kah kau merasakan Aneh dengan dirimu sekarang? Kau mulai sedikit demi sedikit pintu yang dulu tertutup rapat. Apakah ini tanda Karena kau sudah ingin sebuah keseriusan?" Tanya sebuah perasaan.

"Aku disini baik-baik saja, semoga ini hidayah yang Allah berikan untuk berpikiran serius". Jawab Hati. "bagaimana denganmu Perasaan? Apakah kau juga Masih Diam dalam segala hal? Masih kah Kau konsisten untuk memendam sampai waktunya tiba?" Pertanyaan Balik dari Hati Kepada Perasaan.  "Saya Akan selalu Memendam Rasa ini sampai waktunya tiba meski kau membuka buka pintumu yang dulu begitu rapat" Jawab Perasaan. "Bukankah Kita Harus Kompak satu sama lain?'' Tanya Hati bingung. "Iya Kita harus kompak satu sama lain, tapi harus kau tau, jika kau sudah membuka pintumu, izinkanlah Ia mendampingimu, ia yang juga menjaga pintu hatinya untukmu dan Allah . karena Rasa ini Allah yang punya,Aku akan mengungkapkannya hanya kepada orang-orang yang mencintai Allah. jawab Perasaan dengan menasehati.

*******